MenuMenu Cart
Your shopping cart is empty!
 
 
 

Mesin Tas kertas pertama dipatenkan oleh Francis Wolle pada tahun 1852. Margaret E. Knight (1838-1914) adalah seorang karyawan di sebuah pabrik kantong kertas ketika ia menemukan bagian mesin baru untuk membuat dasar persegi untuk kantong kertas. Knight dapat dianggap sebagai ibu dari tas belanjaan, ia mendirikan Perusahaan Tas kertas Timur pada tahun 1870. Pada tanggal 20 Februari 1872, Luther Crowell juga mematenkan mesin yang diproduksi kantong kertas

 

Tas kertas atau biasa disebut kantong belanja sekarang tidak hanya berfungsi sebagai kertas pembungkus saja. Ada sisi lain yang menjadi nilai tambah bagi konsumen, yaitu penampilan. Penampilan yang bagus dan unik untuk sebuah tas kertas merupakan sebuah keuntungan dari segi promosi. Konsumen diharapkan akan selalu mengingat produk yang dijual dengan mencantumkan nama dan logo perusahaan pada tas kertas tersebut. Charles F. Annan punya keinginan menjadi seorang penemu. Di abad ke 19, ia hendak mematenkan produk mesin pembuat paper bag --tas atau kantong kemasan yang terbuat dari bahan kertas. Masalahnya, Annan ingin mematenkan mesin yang tidak ia ciptakan sendiri. Pencipta mesin kayu pembuat paper bag adalah Margaret Knight.  Melihat kelakuan Annan, Margaret melapor ke polisi. Penyelesaian kasus terjadi di pengadilan. Di sana Annan berkata bahwa seorang perempuan tidak sanggup jadi penemu yang kredibel. Pria ini meragukan kemampuan Knight dalam memahami kompleksitas mesin. Para penegak hukum pada akhirnya berpihak pada Knight. Mereka melihat bukti gambar dan catatan Knight tentang pembuatan mesin. Sedangkan Annan kelimpungan dan tak bisa menyediakan bukti serupa. Hal itu membuat hakim yakin bahwa Knight ialah penemu mesin paper bag. Eksperimen Knight berawal saat ia bekerja di Columbia Paper Bag Company, Massachusetts. Saat itu ia merasa ada peluang inovasi dalam produk paper bag. Knight kemudian melakukan uji coba dengan membuat mesin yang bisa memotong dan melipat kertas persegi panjang untuk dilipat menjadi sebuah kantung kemasan. Knight menyatakan uji coba itu berhasil ketika ia sukses mencetak ribuan kantong kertas. Hal ini membuat Knight tersohor. Pada zaman tersebut sebenarnya ada beberapa wanita yang jadi penemu, tetapi tak banyak yang mendapatkan paten atas karyanya. Penyebabnya, antara lain, perkara, "budaya yang merendahkan para perempuan." Namun Knight berbeda. Ia berjuang untuk mendapatkan paten. Ia menjadi salah satu perempuan Amerika Serikat pertama yang berhasil mematenkan produk ciptaannya. Kemudian Knight bertemu dengan seorang pebisnis yang bersedia bekerjasama dengannya. Mereka mendirikan perusahaan Eastern Paper Bag Company di Connecticut. Bisnis ini membuat Knight mendapat keuntungan sekitar 2.500 dolar, royalti, dan saham perusahaan. Ketika Knight akhirnya berhasil mendapat royalti sebesar 25.000 dolar, ia memutuskan menutup perusahaannya dan menciptakan penemuan lain. Inovasi Knight diteruskan oleh penemu-penemu lain, salah satunya Luther Corwell. Inovasi-inovasi dibuat agar paper bag kian nyaman digenggam. Di Amerika, kepopuleran paper bag mulai menurun pada tahun 199-0an. Ini terjadi lantaran terciptanya kantung plastik. Meski demikian produksi paper bag terus berlanjut. The Green Book melaporkan hasil penelitian tahun 2017 yang menyebutkan bahwa 86% orang memilih kertas sebagai material dalam katung kemasan. Sekitar 93% orang menganggap material kertas harus lebih banyak digunakan sebagai bahan pembuatan kantung kemasan. Penelitian ini juga menyebut bahwa paper bag menciptakan hubungan emosional antara penjual dan konsumer lantaran kantung bisa digunakan kembali untuk membawa benda-benda personal dari konsumer. Sekira 80% konsumer berpikir bahwa nama merek yang dicetak di permukaan kertas menarik dan membuat tas nyaman digunakan. Di ranah mode, paper bag tidak hanya digunakan sebagai katung belanja. Di tangan desainer fesyen, kantung kemasan berubah menjadi barang dagangan. Pada 2009, label busana Chanel pernah menciptakan tas serupa kantung kemasan dalam koleksi musim panas. Tas itu dibuat dari bahan kulit, terdiri dari tiga ukuran dan tiga warna. Benda ini diberi nama Esential Chanel Handbag. Pada permukaan tas tertulis Chanel 31 Rue Chambon, lokasi yang dipilih Coco untuk membuka toko.

Tas diciptakan lantaran dianggap mampu membangkitkan nostalgia masa-masa awal berdirinya toko Chanel. Dua tahun setelah kantung kemasan Chanel dipasarkan, desainer Jil Sander menciptakan tas berbentuk paper bag karya Knight. Produk yang dinamakan Vasari ini pertama kali diperlihatkan ke publik dalam peragaan busana pria karya Jil. Vasari terjual habis dalam waktu tiga minggu sejak dipasarkan. Permintaan dari konsumen terus berdatangan. Jil merespons permintaan itu dengan menciptakan varian Vasari yang terbuat dari kulit dan dijual dengan harga 706 dolar. Jadi bagaimana dengan Anda ? ingin merek fesyen anda mendapat promosi secara gratis ? segera buat Custom Paperbag untuk branding produk fesyen anda. Semakin mewah packaging yang anda buat menunjukkan semakin tinggi kualitas dan harga produk anda. Jangan ragu untuk konsultasi design dengan paperbagku.com. Customer service 24 jam kami siap melayani anda. 

Merek fesyen terkenal banyak yang membuat paper bag dengan tampilan mewah.

 

Customer Service

  • +62 811 2017 890
  • +62 811 2017 890

 

  • Jl. Jelambar Madya Barat I Blok A.24 no. 513d Jakarta-Barat 11460
  • info.paperbagku@gmail.com
Connect with Us
  • Instagram
Paperbagku.com | Custom Paper Bag Jakarta © 2022 | Made by Bukatoko®